Rabu, 30 Mei 2012

LAPORAN HASIL PERBAIKAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DAN BAHASA INDONESIA KELAS IV SDN 2 BUDAKELING KECAMATAN BEBANDEM KABUPATEN KARANGASEM


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
         Guru mempunyai peran yang sangat penting di sekolah, di samping sebagai pendidik juga sebagai pengajar dan pelatih para siswanya agar menjadi siswa yang pintar, berbudi pekerti dan terampil. Untuk itu diperlukan sosok guru yang benar-benar menguasai bidang yang diampunya.
          Profesionalisme guru sekarang ini dituntut memiliki suatu strategi mengajar yang ampuh guna mempercepat pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan. Guru yang pintar belum tentu siswanya cepat pintar setelah kegiatan belajar mengajar.
          Perlu disadari bahwa guru perlu melakukan refleksi terhadap kinerja kegiatan belajar - mengajar (KBM) yang telah dilaksanakan. Kepuasan guru akan tercipta bila kinerja KBM-nya terlaksana sempurna. Namun kata pepatah “tak ada gading yang tak retak”, pada setiap orang pasti ada kekurangannya. Hal inilah mendorong munculnya PTK (Penelitian Tindakan Kelas) yang bertujuan untuk menyempurnakan hasil kinerja guru yang telah dilaksanakan.
           Berdasarkan hal tersebut di atas penulis mencoba mengetengahkan PTK mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia kelas IV semester II yang dilaksanankan dalam dua siklus kegiatan.
Proses perbaikan pembelajaran matematika pada kegiatan pra siklus banyak sekali permasalahan-permasalahan yang timbul, antara lain : kurangnya keaktifan siswa, keadaan dalam kelas belum memadai, tidak adanya penggunaan alat peraga serta suasana kelas belum kondusif.
Hal-hal yang menyebabkan timbulnya  kelemahan-kelemahan tersebut adalah terdesak pada faktor guru dan siswa. Dalam kegiatan pembelajaran guru belum mampu membuat skenario pembelajaran yang benar-benar bermutu. Kurangnya kesiapan guru didalam menyajikan materi, sehingga guru tampil di depan kelas dengan gaya dan teknik mengajar yang belum profesional. Kondisi siswa yang heterogen menyulitkan guru didalam mengevaluasi  hasil belajar siswa. Ada beberapa siswa yang kemampuan jauh melebihi temannya dan ada pula siswa yang kurang sama sekali. Hal ini dapat terlihat pada mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia di kelas IV semester II SD Negeri 2 Budakeling. Rata-rata kelas dari 18 siswa hanya mencapai 54,4. persentase siswa yang aktif baru mencapai 33,3%.
Untuk mengantisipasi permasalahan-permasalahan ini timbul kembali, maka perlu dilaksanakan perbaikan pembelajaran melalui PTK (Penelitian Tindakan Kelas) dengan dua kali siklus kegiatan, meliputi siklus I dan siklus II untuk mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia

B. Rumusan Masalah
            Berkenaan dengan penelitian melaksanakan perbaikan pembelajaran melalui  Penelitian Tindakan Kelas( PTK), maka rumusan masalahnya adalah sebagai berikut:
a.      Pada Pembelajaran Matematika
1.      Apakah dengan menggunakan media konkret dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang bangun ruang sederhana?
2.      Apakah dengan kerja kelompok dapat meningkatkan keaktifan siswa di dalam menentukan sifat-sifat bangun ruang sederhana?
3.      Apakah dengan kerja kelompok dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam menggambar bangun kubus dan balok?                   

            b. Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia
1.      Bagaimanakah cara meningkatkan kemampuan siswa dalam menuliskan kembali isi pengumuman yang dibacakan?
2.      Bagaimanakah cara meningkatkan kemampuan siswa dalam menyampaikan kembali isi pengumuman yang dibacakan?

C. Tujuan Perbaikan  
              Berdasarkan permasalahan yang ada, maka tujuan perbaikan pembelajaran yang dilakukan di SD Negeri 2 Budakeling adalah sebagai berikut :


-          Matematika
1.      Meningkatkan pemahaman siswa tentang bangun ruang sederhana
2.      Meningkatkan keaktifan belajar siswa dalam menentukan sifat – sifat bangun ruang sederhana
3.      Meningkatkan keaktifan siswa dalam menggambar bangun kubus dan balok
-          Bahasa Indonesia
1.      Meningkatkan kemampuan siswa dalam menuliskan kembali isi pengumuman yang dibacakan.
2.      Meningkatkan kemampuan siswa dalam menyampaikan kembali isi pengumuman yang dibacakan.

D. Manfaat Perbaikan         
Hasil perbaikan pembelajaran melalui PTK  diharapkan dapat bermanfaat bagi guru, murid, ,masyarakat dan negara :
1.      Manfaat bagi guru
Melalui perbaikan – perbaikan yang dilakukan diharapkan guru dapat meningkatkan mutu pembelajaran yang lebih baik, serta guru dapat mengetahui kelemahan – kelemahan dalam proses pembelajaran, sehingga dalam proses pembelajaran berikutnya dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan hasil yang sesuai dengan yang kita harapkan.
2.      Manfaat bagi murid
Bila guru melakukan atau melaksanakan perbaikan dalam pembelajaran berarti dapat meningkatkan kreativitas siswa dalam pembelajaran. Siswa lebih aktif dan kreatif belajar diharapkan dapat lebih cepat menambah pengetahuan dan wawasan siswa, sehingga nantinya mutu lulusan lebih baik.
3.      Manfaat bagi sekolah
a.       Mutu proses belajar – mengajar di sekolah dan hasil belajar siswa meningkat.
b.      Meningkatkan kinerja sekolah sebagai warga masyarakat untuk meneliti
c.       Memberi gambaran untuk dapat membuat rencana untuk program dimasa yang akan datang.
4.      Manfaat bagi masyarakat
Bila sekolah mampu menghasilkan siswa yang berprestasi dan bermutu, masyarakat akan senang dan bangga dengan harapan dapat membangun suatu masyarakat yang aman, tertib, dan sejahtera.
5.      Manfaat bagi bangsa dan negara
Bila perbaikan terus dilaksanakan oleh lembaga pendidikan yang mampu menghasilkan lulusan yang baik, maka anak-anak bangsa akan menjadi cerdas sehingga dapat membangun bangsa dan negara.

              
















BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A.    Perbaikan Pembelajaran di Sekolah Dasar
Agar suatu kegiatan pembelajaran dapat berhasil dengan baik, diperlukan suatu strategi mengajar yang memadai. Ini dapat dilakukan dengan penerapan  metode mengajar yang bervariasi serta media pembelajaran yang cocok akan dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa didalam KBM.
Menurut Oemar Malik bahwa metode mengajar adalah cara yang digunakan dalam pelaksanaan pengajaran yang berlangsung dalam KBM. Dengan demikian metode merupakan ujung tombak bagi keberhasilan penyelenggaraan proses pembelajaran. Metode-metode yang diterapkan guru hendaknya metode yang lebih banyak melibatkan siswa dibanding gurunya, sehingga siswa merasa senang belajar, tidak takut mengemukakan pendapat, suasana kelas akan menjadi kolaboratif.
Penggunaan metode pembelajaran oleh guru tergantung pada situasi kondisi kelas, anak didik, serta waktu yang tersedia. Ada beberapa metode yang sering diterapkan antara lain; metode ceramah, metode demonstrasi, metode tanya jawab dan kerja kelompok. Didalam memilih metode yang tepat ada beberapa kriteria antara lain; jenis kegiatan , materi yang diajarkan ,waktu yang tersedia, serta pengetahuan tentang metode yang akan digunakan.
Disamping metode, media pembelajaran sangat berperan pula di dalam membantu siswa di dalam memahami materi yang diajarkan. Dengan menggunakan multimedia siswa akan termotivasi untuk berinteraksi secara aktif dalam proses pembelajaran. Pemahaman tentang konsep-konsep materi pembelajaran lebih mudah sehingga proses belajar mengajar berhasil dan sukses.
Agar dapat mengetahui keberhasilan KBM perlu dilaksanakan penelitian yang disebut dengan PTK (Penelitian Tindakan Kelas). Wardani (2007) menyatakan bahwa PTK adalah suatu penelitian yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnya sendiri, melalui refleksi diri sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian dilakukan siklus demi siklus terdiri dari 3 tahap kegiatan yaitu tahap perencanaan, tahap tindakan, tahap observasi dan tahap evaluasi.
Didalam perbaikan pembelajaran tahap perencanaan ada beberapa persiapan yang harus dilakukan oleh guru antara lain RPP, instrument penilaian, kertas observasi, alat peraga atau media pembelajaran siswa buku, sumber yang cocok sesuai dengan materi yang akan diajarkan, apabila guru sudah siap dengan segala  perlengkapan yang diperlukan, tinggal menentukan waktu pelaksanaan perbaikan dan melaksanakanya langkah-langkah pada pelaksanaan diawali dengan kegiatan awal, kegiatan inti, kegiatan akhir serta evaluasi akhir.
Agar dapat diketahui kelemahan-kelemahan yang muncul pada tahap pelaksanaan perbaikan dilakukan observasi oleh teman sejawat yang telah ditentukan. Identifikasi masalah dicatat, pada tahap evaluasi dianalisa sehingga dapat dicari jalan keluar pemecahanya untuk pelaksanaan perbaikan siklus berikutnya.
Untuk menunjang kegiatan agar keberhasilan pembelajaran bisa diraih perlu adanya pengetahuan dari guru tentang Pemantapan Kemampuan Profesional (PKP). PKP merupakan program kegiatan yang memberikan pengalaman belajar untuk meningkatkan kemampuan profesional guru dalam mengelola pembelajaran. Tugas guru tidak hanya mengajar tetapi juga harus terampil mengelola dan memperbaiki proses pembelajaran. Para guru sudah mempunyai banyak pengalaman dalam mengajar, pengalaman tersebut ada yang mencerminkan keberhasilan dan ada juga merupakan kegagalan. Namun demikian dalam konteks PTK, kegagalan inilah yang harus diperbaiki sehingga kemampuan guru mengajar benar-benar menjadi lebih baik.

B.     Pembelajaran Matematika di SD
            Matematika merupakan hal penting bagi insan manusia karena sering dipakai kegiatan di masyarakat seperti menghitung uang saku atau menentukan jam berangkat ke sekolah. Pendidikan matematika di sekolah dasar bermanfaat bagi siswa. Tujuan pembelajaran di SD untuk mengetahui dasar ilmu hitung untuk nantinya melanjutkan ke sekolah menengah pertama.
            Dalam pembelajaran matematika SD, agar bahan pengajaran yang disampaikan menjadi lebih mudah dipahami oleh siswa, diperlukan alat bantu pembelajaran yang disebut dengan media. Media adalah alat bantu pembelajaran  yang secara sengaja dan terencana disiapkan atau disediakan guru untuk mempresentasikan dan/atau menjelaskan bahan pelajaran serta digunakan siswa untuk terlibat langsung dengan pembelajaran matematika. Dalam pembelajaran matematika media konkret sangat diperlukan untuk mempermudah siswa dalam memahami materi yang diajarkan

C.    Pembelajaran Bahasa Indonesia di SD
      Manusia merupakan makhluk yang perlu berinteraksi dengan manusia lainnya. Interaksi terasa semakin penting pada saat manusia membutuhkan eksistensinya diakui. Kegiatan ini membutuhkan alat, sarana atau media, yaitu bahasa. Sejak saat itulah bahasa menjadi alat, sarana atau media.
      Pembelajaran bahasa secara komunikatif menekankan pada dikuasainya keterampilan berkomunikasi oleh siswa, yaitu mampu memahami dan menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi. Untuk terampil memahami dan menggunakan bahasa diperlukan landasan kebahasaan yang kuat. Dengan demikian pembelajaran bahasa secara komunikatif merupakan perpaduan pembelajaran fungsi-fungsi bahasa dengan faktor-faktor kebahasaan, yaitu kosakata dan struktur.
      Pembelajaran bahasa Indonesia di SD meliputi keterampilan berbahasa tulis dan keterampilan berbahasa lisan. Keterampilan berbahasa tulis meliputi keterampilan membaca dan menulis, sedangkan keterampilan berbahasa lisan meliputi keterampilan menyimak dan berbicara.
      Dalam keterampilan berbicara, banyak cara untuk melaksanakan pembelajaran berbicara di SD , diantaranya siswa diminta merespons secara lisan gambar yang diperlihatkan guru, mengemukakan pendapat dari suatu persoalan faktual dan sebagainya.






BAB III
PELAKSANAAN PERBAIKAN


A.    Subyek Penelitian
Adapun yang menjadi tempat penelitian adalah SD Negeri 2 Budakeling, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem untuk siswa kelas IV semester II.  Adapun jumlah siswanya terdiri dari 8 orang laki-laki dan 10 orang perempuan.                        Perbaikan yang dilaksanakan meliputi perbaikan pembelajaran untuk mata  pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia  melalui Penelitian Tindakan Kelas    (PTK). Penelitian dilakukan  bertujuan agar siswa dapat meningkatkan peran sertanya dalam kegiatan pembelajaran. Disamping itu dapat memperbaiki kesulitan belajar anak serta kualitas pembelajaran.
Dalam pelaksanaannya, perbaikan pembelajaran dilakukan empat kali kegiatan. Dua siklus perbaikan pembelajaran untuk mata pelajaran Matematika dan dua siklus untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia  Secara rinci tanggal pelaksanaannya sebagai berikut :
-          Tanggal 04 Mei 2011 perbaikan pembelajaran siklus I mata pelajaran  Matematika.
-          Tanggal 05 Mei 2011 perbaikan pembelajaran siklus I mata pelajaran Bahasa Indonesia
-          Tanggal 11 Mei 2011 perbaikan pembelajaran siklus II mata pelajaran Matematika
-          Tanggal 12 Mei 2011 perbaikan pembelajaran siklus II mata pelajaran Bahasa Indonesia
Kondisi kelas siswa kelas IV SD Negeri 2 Budakeling yang heterogen merupakan tantangan untuk guru untuk memperbaiki pembelajaran. Dari 18 orang siswa kebanyakan dari kondisi ekonomi siswa 50% siswa adalah anak kurang mampu. Mata pencaharian orang tua siswa 90 % adalah petani.  Dengan melihat karakteristik siswa yang demikian penulis merasa kesulitan didalam penerapan pelaksanaan pembelajaran. Namun dengan harapan semoga dengan perbaikan pembelajaran yang dilakukan dapat meningkatkan minat belajar siswa dengan menghapus segala kesulitan yang dialami.
Keterbatasan orang tua siswa didalam membantu suksesnya proses pendidikan disekolah sangatlah kurang, semua anaknya diserahkan sepenuhnya kepada sekolah. Dengan  kondisi yang demikian tanggung jawab sekolah sangatlah berat untuk  mendidik, melatih serta membawa anak didik agar menjadi anak yang berguna dan punya potensi yang berkualitas.
Untuk mengantisipasi keadaan  demikian dengan pelaksanaan perbaikan pembelajaran bagi siswa kelas IV semester II SD Negeri 2 Budakeling diharapkan dapat merubah keaktifan belajar siswa serta hasil yang diperoleh dapat ditingkatkan, sesuai dengan tujuan perbaikan.

B.     Deskripsi Per Siklus
Pada kegiatan perbaikan pembelajaran untuk mata pelajaran Matematika maupun Bahasa Indonesia   di kelas IV SD Negeri 2 Budakeling dilaksanakan masing-masing dua siklus. Tahapan- tahapannya adalah sebagai berikut:
     1.  Perbaikan Pembelajaran Matematika Siklus I.
         a.   Perencanaan Tindakan
Perencanaan adalah suatu kegiatan untuk mempersiapkan diri sebelum KBM berlangsung. Adapun persiapan tersebut meliputi :
-     Membuat RPP atau persiapan mengajar tentang “menentukan sifat-sifat balok” (RPP terlampir).
-     Mempersiapkan media, sumber bahan serta alat peraga.
-     Menyiapakan lembar observasi untuk instrumen penilaian.

          b. Pelaksanaan Tindakan
Pada tahap tindakan dibagi menjadi 3 kegiatan antara lain :
              1)  Kegiatan Awal ( 5 menit ).
-     Memberikan apersepsi berhubungan dengan materi yang akan disampaikan dengan bertanya pada siswa tentang pengetahuan awal yang dimiliki oleh siswa.
                  -     Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
               2)  Kegiatan Inti ( 55 menit ).
-          Guru menugaskan siswa untuk mengidentifikasikan benda – benda yang berbentuk balok yang dibawa oleh siswa melalui pengamatan.
-          Untuk menghindari kesalahan konsep, guru menyempurnakan hasil pengamatan yang diperoleh oleh siswa menjadi penerapan konsep yang benar.
-          Guru menjelaskan ciri – ciri balok
-          Untuk menguji pemahaman siswa tentang sifat – sifat balok dengan menyuruh siswa untuk mengerjakan soal – soal latihan pada buku paket.
-          Guru memeriksa hasil latihan siswa.
                3)  Kegiatan Akhir ( 10 menit ).
-          Guru bersama siswa menyimpulkan materi yang telah disampaikan.
-          Guru memberikan PR kepada seluruh siswa

c.   Observasi
-     Observasi dilakukan oleh teman sejawat untuk mengamati keaktifan belajar siswa serta setrategi penyampaian materi oleh guru dalam KBM.
-     Melakukan penilaian terhadap hasil belajar siswa.

d.   Refleksi
Setelah observasi dilakukan ditemukan beberapa kejanggalan baik dilihat dari keaktifan maupun hasil belajar siswa, untuk itu peneliti mengkaji dan merenungkan apa yang telah dilakukan serta mencari jalan keluar pemecahan masalah yang muncul, untuk kegiatan pelaksanaan perbaikan di siklus berikutnya.



2. Perbaikan Pembelajaran Matematika Siklus II
a.   Perencanaan Tindakan.
Berdasarkan kelemahan-kelemahan yang tampak pada siklus I ada beberapa persiapan yang dilakukan dalam perbaikan pembelajaran Siklus II diantaranya :
-          Membuat RPP tentang “menggambar bangun kubus dan balok” (RPP terlampir).
-          Membuat instrument pembelajaran berupa LKS, lembar observasi soal untuk evaluasi dan alat peraga.
-          Mempersiapkan buku sumber pembelajaran yang akan digunakan.

b.   Pelaksanaan Tindakan
Kegiatan yang dilakukan dalam pelaksanaan proses perbaikan pada siklus II dibagi menjadi 3 langkah kegiatan meliputi :
1)   Kegiatan Awal ( 5 menit )
-     Guru memberikan apersepsi dengan menggali informasi dari siswa  tentang bangun – bangun yang mengarah ke materi yang diajarkan.
-     Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.
2)      Kegiatan Inti (55 menit )
-          Guru menugaskan siswa untuk mengidentifikasikan sifat – sifat bangun berbentuk kubus dan balok yang dibawa oleh siswa melalui pengamatan.
-          Guru menjelaskan kembali ciri – ciri kubus dan balok
-          Guru mendemonstrasikan cara menggambar kubus dan balok.
-          Guru menyuruh siswa untuk memebentuk kelompok, bersama dengan kelompoknya guru menyuruh siswa menggambar kubus dan balok.
-          Guru menyuruh salah seorang perwakilan kelompok untuk ke depan kelas menggambar bangun kubus dan balok.
3)      Kegiatan akhir ( 10 menit )
-          Guru bersama siswa menyimpulkan materi yang telah disampaikan
-          Guru memberikan PR menggambar bangun kubus dan balok sesuai ukuran yang sudah ditentukan

c.   Observasi
Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh teman sejawat bahwa proses KBM yang telah dilakasanakan sudah berjalan dengan  baik, ini terbukti dengan meningkatnya partisipasi serta kerjasama siswa dalam kegiatan pembelajaran terutama dalam kegiatan kerja kelompok.

d.      Refleksi
Pada kegiatan perbaikan Siklus II sudah memperoleh hasil yang baik. Ini dapat dilihat dari perolehan nilai tes akhir terjadi peningkatan yang signifikan.

3.   Perbaikan Pembelajaran Bahasa Indonesia  Siklus I.
Seperti pada mata pelajaran Matematika , pada mata pelajaran Bahasa Indonesia  juga dilaksanakan kegiatan Perencanaan , Tindakan ,Observasi dan Refleksi.
a.   Perencanaan Tindakan.
Ada beberapa kegiatan pada tahap perencanaan antara lain :
-          Membuat persiapan mengajar berupa Rencana Perbaikan Pembelajaran (RPP terlampir).
-          Menyiapkan instrument pembelajaran berupa penilaian, lembar observasi, alat peraga dan media .
-          Menyiapkan buku sumber yang akan digunakan.




b.Pelaksanaan Tindakan.
    1)  Kegiatan Awal ( 5 menit )
-     Pemberian apersepsi untuk mengarahkan siswa terhadap materi yang akan diajarkan.
-     Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.
    2)  Kegiatan Inti ( 55 menit )
-          Siswa menyimak penjelasan guru tentang cara mendengarkan pengumuman yang baik dan benar melalui media elektronik/radio, atau orang
-          Guru menyuruh siswa membentuk beberapa kelompok
-          Guru meminta salah seorang anggota kelompok membacakan pengumuman yang terdapat pada buku paket dengan lafal dan intonasi yang tepat.
-          Siswa yang lain bersama kelompoknya dengan cermat mendengarkan pengumuman yang dibacakan oleh temannya.
-          Semua siswa mencatat pokok – pokok pengumuman dengan menjawab daftar pertanyaan dan mendiskusikan kepada teman sebangkunya.
3)  Kegiatan Akhir (10 menit)
-          Guru bersama siswa menyimpulkan materi yang telah disampaikan.
-          Guru memberikan PR kepada seluruh siswa.

            c.   Observasi
Dari hasil pengamatan teman sejawat pada kegiatan pembelajaran yang telah dilakuakan ternyata ada beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya pengelolaan kelas belum bisa menimbulkan suasana yang kondusif, keaktifan siswa perlu ditingkatkan serta kurang kerjasamanya siswa didalam memecahkan masalah yang dihadapinya

d.      Refleksi
             Setelah melihat hasil observasi  yang dilaksanakan, peneliti melakukan pengkajian ulang ternyata untuk menimbulkan suasana kelas yang kondusif diperlukan sistem pengelolaan kelas yang memadai. Keaktifan dan kerjasama masih kurang, sehingga untuk selanjutkan dilakukan kegiatan- kegiatan yang bersifat pemecahan masalah dan kooperatif pada siklus II.
         
4.   Perbaikan Pembelajaran Bahasa Indonesia Siklus II.
Tiga tahapan perbaikan pembelajaran Bahasa Indonesia siklus II adalah :
a.   Perencanaan Tindakan.
Seperti pada perbaikan pembelajaran  Matematika  siklus I dan II serta Bahasa Indonesia  siklus I perencanaan juga merupakan langkah awal pada pelaksanaan perbaikan pembelajaran diantaranya :
-     Membuat persiapan mengajar berupa RPP
-     Membuat lembar penilaian dan observasi.
-     Membuat alat peraga.
-     Mempersiapkan sumber bahan yang akan digunakan untuk KBM.

b.   Pelaksanaan Tindakan.
Aplikasi suatu rencana kegiatan adalah merupakan pelaksanaan yang dilakukan  dengan 3 langkah kegiatan yaitu :
1)   Kegiatan Awal (5 menit ).
-     Guru memberikan apersepsi
-     Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapapai.
2)   Kegiatan Inti ( 55 menit ).
-          Siswa menyimak penjelasan guru tentang cara mendengarkan pengumuman yang baik dan benar melalui media elektronik/radio, atau orang
-          Guru menyuruh siswa membentuk beberapa kelompok
-          Guru meminta salah seorang siswa membacakan pengumuman yang terdapat pada buku paket dengan lafal dan intonasi yang tepat.
-          Siswa bersama kelompoknya dengan cermat mendengarkan pengumuman yang dibacakan oleh temannya.
-          Semua siswa mencatat pokok – pokok pengumuman dengan menjawab daftar pertanyaan dan mendiskusikan kepada teman sebangkunya.
-          Siswa membacakan pengumuman dengan teman sebangkunya.
-          Siswa yang lain diberikan kesempatan memberikan komentar.
3)  Kegiatan Akhir (10 menit)
-          Guru bersama siswa menyimpulkan materi yang telah disampaikan
-          Guru memberikan PR kepada siswa.

c.   Observasi.
Untuk proses perbaikan pembelajaran yang telah  diterapkan lewat KBM siklus II menurut pengamat sudah bagus dan menunjukkan hasil yang maksimal. Ini terlihat dari pencapaian hasil mengalami kemajuan serta kelemahan di siklus I  sudah dapat terpecahkan dengan peran serta siswa dalam proses pembelajaran di siklus II secara klasikal memunculkan kerja sama yang multi arah.

d.   Refleksi.
      Setelah pengkajian terhadap hasil observasi yang telah dilakukan menunjukkan bahwa kinerja KBM dalam perbaikan pembelajaran yang dilakasanakan oleh peneliti sudah baik dan berhasil. Ini dapat dilihat dari hasil evaluasi akhir menunjukkan peningkatan yang cukup baik.
 






BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
   

Pada bab ini akan dipaparkan tentang hasil pelakasanaan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus kegiatan terhadap mata pelajaran Matematika dalam pokok bahasan penjumlahan dan pengurangan berbagai bentuk pecahan dan mata pelajaran Bahasa Indonesia tentang menanggapi persoalan faktual disertai alasan yang logis dan mendukung. Adapun aspek yang di nilai adalah keaktifan siswa dan prestasi belajar Untuk mengetahui proses pembelajaran berlangsung yang terdiri dari siklus I dan siklus II, akan diuraiakan deskripsi data berikut ini.

A. Deskripsi Data.
1. Data Hasil Belajar Mata Pelajaran Matematika.
 Penjabaran hasil perbaikan pembelajaran mata pelajaran Matematika sebagai berikut:
a.   Pra Siklus.
Pada hasil observasi di pra siklus untuk mata pelajaran Matematika kalau dilihat dari hasil prestasi siswa masih sangat rendah. Dilihat dari rata-rata siswa mencapai 57,8 dari 18 jumlah siswa. Diantara 18 orang siswa yang aktif hanya 38,9%. Dengan melihat kenyataan ini perlu diambil suatu langkah untuk memperbaikinya.
Pengelolaan kelas pada kegiatan pra siklus masih belum memadai. Ini terlihat dari peran serta siswa dalam pembelajaran belum tampak. Anak takut  bertanya dan menjawab apa yang ditanyakan oleh guru. Rasa tidak percaya diri dari siswa masih tinggi. Disamping itu guru belum menggunakan alat peraga dan media pembelajaran yang cocok dengan materi yang akan disampaikan. Ceramah dari guru selalu mendominasi. Sehingga siswa hanya sebagai pendengar saja.


 b.  Data Pelaksanaan.
Seperti diketahui bahwa hasil pra siklus masih sangat rendah maka untuk itu dilakukanlah perbaikan pembelajaran siklus I. Hasil yang diperoleh pada siklus I masih belum memuaskan. Nilai hasil evaluasi siswa dari 18 orang siswa rata rata kelasnya baru mencapai 70. 6 orang siswa mendapat nilai 60 dan 1 orang siswa mendapat nilai 50 dan sisanya 70 dan 80. Walaupun terjadi peningkatan seperti ini bagi peneliti belum merupakan suatu keberhasilan. Oleh sebab itu perlu dilakukan perbaikan siklus II.
Pada pembelajaran Siklus II Dilakukan beberapa perubahan strategi mengajar. Dengan membentuk kelompok untuk mengerjakan LKS, dapat menumbuhkan kreatifitas siswa untuk  bekerjasama. Anak tidak merasa takut untuk menyampaikan pendapat dalam kelompoknya. Siswa selalu berusaha mencari jawaban yang benar. Persaingan positif  muncul diantara kelompok. Keinginan untuk belajar tumbuh pada diri siswa. Keberhasilan dari perubahan setrategi mengajar ini terlihat dari hasil evaluasi akhir dimana rata-rata nilai siswa meningkat dari 70 di siklus I menjadi 77,8 pada silus II. Bukan saja nilai, kektifan siswa pun meningkat dari 55,6% di siklus I menjadi 72,2%.
Untuk mengetahui perubahan hasil nilai dan keaktifan siswa pada perbaikan pembelajaran Matematika dari pra siklus sampai siklus II dapat dilihat pada tabel di bawah ini :









Tabel 01 Hasil Perbaikan Pembelajaran Matematika  Kelas IV Semester II SD Negeri 2 Budakeling
No
Nama Siswa
Nilai
Pra Siklus
Siklus I
Siklus II
1.
Ni Kadek Mariani
40
50
60
2.
Ni Luh Sulasih
40
60
70
3.
Ni Ketut Lestari
50
60
70
4.
I Komang Budiantara
60
70
70
5.
I Gede Juliharta
60
70
80
6.
I Wayan Sukarada
60
80
90
7.
I Gede Murdiyana
60
80
90
8.
I Wayan Noviana
70
80
90
9.
Ni Luh Juwiti
70
80
90
10.
Ni Kadek Ayu Anggreni
50
70
80
11.
Ni Kmng. Ari Yunita Dewi
50
60
70
12.
I Gede Agus Hendra
60
80
90
13.
Ni Kadek Ayu Sulatriani
60
80
80
14.
Ni Putu Indah Carolina
70
80
90
15.
I Wayan Kanaya
60
60
70
16.
Ni Wayan Sukreni
60
60
70
17.
Ni Kadek Sri Andari
50
60
60
18.
I Komang Adi Anggara
70
80
80
Jumlah
1040
1260
1400
Rata-rata
57,8
70,0
77,8








Grafik 01. Hasil Perbaikan Pembelajaran Matematika  Siswa Kelas IV Semester II SD Negeri 2 Budakeling


















Tabel 02 Persentase Keaktifan Belajar Siswa Dalam Perbaikan Pembelajaran Matematika Kelas IV Semester II SD Negeri 2 Budakeling
No
Nama Siswa
Nilai
Pra Siklus
Siklus I
Siklus II
Aktif
Tidak Aktif
Aktif
Tidak Aktif
Aktif
Tidak Aktif
1.
Ni Kadek Mariani

ü

ü

ü
2.
Ni Luh Sulasih

ü
ü


ü
3.
Ni Ketut Lestari

ü

ü
ü

4.
I Komang Budiantara

ü
ü


ü
5.
I Gede Juliharta
ü


ü

ü
6.
I Wayan Sukarada
ü

ü

ü

7.
I Gede Murdiyana

ü

ü
ü

8.
I Wayan Noviana
ü

ü

ü

9.
Ni Luh Juwiti
ü

ü

ü

10.
Ni Kadek Ayu Anggreni

ü
ü

ü

11.
Ni Kmng. Ari Yunita Dewi
ü

ü

ü

12.
I Gede Agus Hendra
ü

ü

ü

13.
Ni Kadek Ayu Sulatriani
ü

ü

ü

14.
Ni Putu Indah Carolina

ü
ü

ü

15.
I Wayan Kanaya

ü

ü
ü

16.
Ni Wayan Sukreni

ü

ü

ü
17.
Ni Kadek Sri Andari

ü

ü
ü

18.
I Komang Adi Anggara

ü

ü
ü

Jumlah
7
11
10
8
13
5
Persentase
38,9%
61,1%
55,6 %
44,4%
72,2%
27,8%








 









Grafik 02. Persentase Keaktitfan Belajar  Siswa Dalam Perbaikan Pembelajaran Matematika Kelas IV Semester II SD Negeri 2 Budakeling



















Lembar Pengamatan
Kegiatan Perbaikan Pembelajaran Matematika Siklus I

Mata Pelajaran            : Matematika
Kelas/Semester            : IV/II
Hari/ Tanggal              : Rabu, 04 Mei 2011
Tujuan Perbaikan        :
1.      Meningkatkan pemahaman siswa tentang bangun ruang sederhana dengan menggunakan media konkret.
2.      Meningkatkan keaktifan siswa dalam menentukan sifat – sifat bangun ruang sederhana melalui kerja kelompok.

No
Prilaku Guru Yang Di Observasi
Kemunculan
Ada
Tidak Ada
Komentar
1
Penguasaan materi dari guru
ü

Penguasaan Materi baik
2
Pengelolaan kelas

ü
Masih ada siswa yang lain-lain
3
Penjelasan guru
ü

Dapat dipahami siswa
4
Penggunaan alat peraga
ü

Kurang di lengkapi
5
Keaktifan siswa

ü
Kurang pengarahan
6
Kerja sama

ü
Masih perlu bimbingan
7
Antusias siswa

ü
Perlu dipertahankan
8
Hasil belajar
ü

Cukup memadai
                                                                 


                                                                              Budakeling, 04 Mei 2011
       Pengamat,

                                                                 Ni Ketut Nurtati, S. Pd.





Lembar Pengamatan
Kegiatan Perbaikan Pembelajaran Matematika Siklus II

Mata Pelajaran            : Matematika
Kelas/Semester            : IV/II
Hari/ Tanggal              : Rabu, 11 Mei 2011
Tujuan Perbaikan        :
1.      Meningkatkan keaktifan siswa dalam menggambar bangun kubus dan balok melalui kerja kelompok

No
Prilaku Guru Yang Di Observasi
Kemunculan
Ada
Tidak Ada
Komentar
1
Penguasaan materi dari guru
ü

Penguasaan Materi baik
2
Pengelolaan kelas
ü

Siswa senang belajar 
3
Penjelasan guru
ü

Jelas dapat dipahami siswa 
4
Penggunaan alat peraga
ü

Digunakan dengan maksimal
5
Keaktifan siswa
ü

Meningkat 90% 
6
Kerja sama
ü

Berjalan dengan baik
7
Antusias siswa
ü

Perhatian siswa ke guru
8
Hasil belajar
ü

Cukup baik



                                                                               Budakeling, 11 Mei 2011
       Pengamat,

                                                                   Ni Ketut Nurtati, S. Pd.




2.   Data Hasil Belajar Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
 Penjabaran hasil perbaikan pembelajaran untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia sebagai berikut :
a.   Pra Siklus
Observasi yang dilakukan pada kegiatan pra siklus  ditemukan banyak permasalahan, baik dilihat dari siswa maupun guru  . Keberanian siswa untuk bertanya masih belum tumbuh pada diri siswa. Hal ini sangat berpengaruh terhadap tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan. Metode ceramah masih mendominasi KBM. Belum adanya alat peraga dan media pembelajaran yang digunakan. Disini siswa hanya sebagai penonton dan pendengar saja. Dari hasil ulangan siswa mencapai rata-rata kelas 54,4 dari 18 orang siswa. Keterlibatan siswa dalam KBM hanya mencapai 33,3%. Untuk memperbaiki pembelajaran ini maka dilakukan perbaikan siklus I.

b.   Data Pelaksanaan
 Setelah pelaksanaan pembelajaran Pra siklus dilanjutkan dengan perbaikan pembelajaran siklus I. Berdasarkan  hasil observasi yang dilakukan oleh teman sejawat ditemukan beberapa kelemahan diantaranya suasana kelas masih belum kondusif, perlu adanya peningkatan keaktifan belajar siswa, serta menumbuhkan jiwa bekerja sama antara siswa dengan siswa dan antara siswa dengan guru. Menurut hasil penilaian akhir rata-rata nilai dari 18 orang siswa adalah 62,8. Dilihat dari keaktifan siswa baru mencapai 61,1%. Dari kenyataan hasil tersebut, bahwa kegiatan perbaikan pembelajaran siklus I belum berhasil. Untuk itu maka dilaksanakan perbaikan siklus II.
Penerapan metode, sistem pengelolaan kelas serta media pembelajaran yang cocok merupakan setrategi pembelajaran yang diterapkan pada perbaikan di siklus II. Ini terbukti dengan adanya  peningkatan yang optimal baik dari segi keaktifan maupun hasil evaluasi akhir yang diproleh. Keaktifan siswa mencapai 83,3% yang sangat berpengaruh terhadap perolehan nilai rata- rata siswa dari 18 orang siswa adalah 78,9.
Untuk melihat lebih jelas tentang perubahan perbaikan pembelajaran dari pra siklus sampai siklus II dapat diamati pada tabel di bawah ini :

 Tabel 03 Hasil Perbaikan Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas IV Semester II SD Negeri 2 Budakeling
No
Nama Siswa
Nilai
Pra Siklus
Siklus I
Siklus II
1.
Ni Kadek Mariani
40
50
60
2.
Ni Luh Sulasih
50
50
70
3.
Ni Ketut Lestari
50
60
80
4.
I Komang Budiantara
40
50
70
5.
I Gede Juliharta
50
60
70
6.
I Wayan Sukarada
60
70
80
7.
I Gede Murdiyana
60
70
80
8.
I Wayan Noviana
60
60
80
9.
Ni Luh Juwiti
70
80
90
10.
Ni Kadek Ayu Anggreni
60
60
80
11.
Ni Kmng. Ari Yunita Dewi
50
60
80
12.
I Gede Agus Hendra
60
70
90
13.
Ni Kadek Ayu Sulatriani
60
70
90
14.
Ni Putu Indah Carolina
70
80
90
15.
I Wayan Kanaya
50
60
80
16.
Ni Wayan Sukreni
50
60
80
17.
Ni Kadek Sri Andari
40
50
70
18.
I Komang Adi Anggara
60
70
80
Jumlah
980
1130
1420
Rata-rata
54,4
62,8
77,9




 Grafik 03. Hasil Perbaikan Pembelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas IV Semester II SD Negeri 2 Budakeling

















Tabel 04 Persentase Keaktifan Belajar Siswa Dalam Perbaikan Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas IV Semester II SD Negeri 2 Budakeling
No
Nama Siswa
Nilai
Pra Siklus
Siklus I
Siklus II
Aktif
Tidak Aktif
Aktif
Tidak Aktif
Aktif
Tidak Aktif
1.
Ni Kadek Mariani

ü

ü

ü
2.
Ni Luh Sulasih

ü

ü

ü
3.
Ni Ketut Lestari

ü

ü
ü

4.
I Komang Budiantara

ü

ü
ü
ü
5.
I Gede Juliharta

ü

ü
ü

6.
I Wayan Sukarada

ü

ü
ü

7.
I Gede Murdiyana

ü
ü

ü

8.
I Wayan Noviana
ü

ü

ü

9.
Ni Luh Juwiti
ü

ü

ü

10.
Ni Kadek Ayu Anggreni

ü
ü

ü

11.
Ni Kmng. Ari Yunita Dewi

ü

ü
ü

12.
I Gede Agus Hendra
ü

ü

ü

13.
Ni Kadek Ayu Sulatriani

ü
ü

ü

14.
Ni Putu Indah Carolina
ü

ü

ü

15.
I Wayan Kanaya

ü
ü

ü

16.
Ni Wayan Sukreni
ü

ü

ü

17.
Ni Kadek Sri Andari

ü
ü

ü

18.
I Komang Adi Anggara
ü

ü

ü

Jumlah
6
12
11
7
15
3
Persentase
33,3%
66,7%
61,1 %
38,9%
83,3%
16,7%



















Grafik 04. Persentase Keaktitfan Belajar  Siswa Dalam Perbaikan Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas IV Semester II SD Negeri 2 Budakeling

















Lembar Pengamatan
Kegiatan Perbaikan Pembelajaran Bahasa Indonesia Siklus I

Mata Pelajaran    : Bahasa Indonesia
Kelas/Semester    : IV /II
Hari/Tanggal       : Kamis, 05 Mei 2011
Tujuan Perbaikan :
  1. Meningkatkan kemampuan siswa dalam menuliskan kembali isi pengumuman yang dibacakan melalui diskusi

No
Prilaku Guru Yang Di Observasi
Kemunculan
Ada
Tidak Ada
Komentar
1
Penguasaan materi dari guru
ü

Penguasaan materi baik
2
Pengelolaan Kelas

ü
Suasana kelas belum kondusif
3
Penjelasan Guru
ü

Sudah dapat dimengerti
4
Penggunaan Alat Peraga
ü

Sudah baik
5
Keaktian Siswa

ü
Perlu ditingkatkan
6
Kerja Sama

ü
Masih perlu bimbingan
7
Antusias Siswa

ü
Perlu dipertahankan
8
Hasil belajar
ü

Cukup memadai
                                                                         

                                                                               Budakeling, 05 Mei 2011
       Pengamat,

                                                                     Ni Ketut Nurtati,S. Pd.






Lembar Pengamatan
Kegiatan Perbaikan Pembelajaran Bahasa Indonesia Siklus II

Mata Pelajaran    : Bahasa Indonesia
Kelas/Semester    : IV /II
Hari/Tanggal       : Kamis, 12 Mei 2011
Tujuan Perbaikan :
1.      Meningkatkan kemampuan siswa dalam menyampaikan kembali isi pengumuman yang disampaikan melalui penugasan

No
Prilaku Guru Yang Di Observasi
Kemunculan
Ada
Tidak Ada
Komentar
1
Penguasaan materi dari guru
ü

Penguasaan materi baik
2
Pengelolaan Kelas
ü

Suasana kelas sudah kondusif
3
Penjelasan Guru
ü

Sudah dipahami oleh siswa 
4
Penggunaan Alat Peraga
ü

Sudah maksimal
5
Keaktian Siswa
ü

Seluruh siswa terlibat belajar 
6
Kerja Sama
ü

Berjalan dengan baik
7
Antusias Siswa
ü

Perlu dipertahankan
8
Hasil belajar
ü

Baik, meningkat

                                                                              Karangasem, 12 Mei 2011
       Pengamat,

                                                                   Ni Ketut Nurtati,S. Pd.






B. Pembahasan dari Setiap Siklus
 Berpedoman pada hasil observasi teman sejawat dari pra siklus, siklus I, siklus II, proses perbaikan pembelajaran yang dilaksanakan sudah mengalami kemajuan yang memadai. Terutama pada hasil belajar dan keaktifan siswa juga pada pengelolaan guru di dalam proses pembelajaran.
Untuk mencapai keberhasilan diatas tidaklah mudah untuk dilakukan. Ini memerlukan suatau teknik serta strategi yang benar-benar cocok dengan sesuai kondisi dimana melakukan kegiatan perbaikan tersebut. Pada pelaksanaan siklus I pembelajaran Matematika pada siswa kelas IV SD Negeri 2 Budakeling berdasarkan hasil observasi teman sejawat bahwa ada beberapa prilaku guru yang belum muncul seperti : pengelolaan kelas belum berkualitas, keaktifan siswa belum termotivasi, tidak adanya tuga-tugas yang bersifat kerjasama dari guru serta antusias didalam menerima pelajaran. Dari semua permasalahan ini disebabkan karena faktor guru belum profesional dalam mengelola proses pembelajaran.
Melihat hasil serta keaktifan siswa dalam pembelajaran masih belum masksimal. Siswa belum paham tentang merubah bentuk pecahan, terutama merubah pecahan biasa ke pecahan desimal. Hal ini terbukti dari hasil evaluasi akhir dilihat dari rata-rata kelas dari 18 orang siswa hanya baru mencapai 70 di siklus I serta satu orang siswa memperoleh nilai 50.  bagi peneliti ketercapaian hasil seperti ini belum tercapai keberhasilan, sehingga sepekat untuk melaksanakan perbaikan pembelajaran siklus II.
Dalam pelakanaan perbaikan siklus II banyak hal yang dilakukan untuk mempersiapkan pelaksanaan perbaikan. Perubahan strategi serta metode adalah merupakan faktor penentu keberhasilan di siklus II. Setelah pelaksanaan perbaikan siklus II dilaksanakan ternyata memang benar terjadi suatu peningkatan, baik hasil maupun keaktifan siswa. Prestasi meningkat menjai 77,8, serta keaktifan mencapai 72,2%. Dengan demikian bahwa skenario pembelajaran oleh guru sangatlah penting didalam meningkatkan hasil serta peran serta siswa didalam proses pembelajaran.
Pada perbaikan pembelajaran Bahasa Indonesia siklus I tidak jauh berbeda hasilnya dengan perbaikan pembelajaran Matematika siklus I. Dari beberapa kasus yang muncul diatas menimbilkan suatu hasil yang kurang memuaskan. Rata-rata hasil evaluasi akhir hanya mencapai 62,8. Peran serta siswa didalam proses pembelajaran masih belum kelihatan, karena masih didominasi oleh guru. Dari hasil pengamatan keaktifan siswa baru mencapai 33,3%.
Karena hasil belum memuaskan maka dilaksanakan perbaikan pembelajaran siklus II dengan metode serta strategi pembelajaran yang lebih akurat  pada kegiatan inti guru menyuruh siswa membentuk kelompok, pembagian LKS, Suasana kelas menjadi kolaboratif. Guru hanya mengawasi dan mengarahkan agar tidak keluar dari tujuan yang ingin dicapai.
Keberhasilan ini terlihat pada akhir evaluasi terjadi peningkatan. Berdasarkan hasil pengamatan keaktifan juga meningkat secara signifikan. Secara kuantitas dapat dilihat hasil rata-rata siswa pada siklus II mencapai 77,9 serta keaktifan siswa meningkat menjadi 83,3%.




















BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN


 A. Kesimpulan
       Dari hasil pembahasan bab sebelumnya maka dapat ditarik suatu kesimpulan sebagai berikut :
1.      Dengan menggunakan media konkret dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang bangun ruang sederhana.
2.      Melalui kerja kelompok dapat meningkatkan hasil dan keaktifan siswa dalam menentukan sifat – sifat bangun ruang sederhana.
      3.  Melalui kerja kelompok dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam menggambar bangun kubus dan balok.
4  Melalui diskusi dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menuliskan kembali pengumuman yang dibacakan.
5. Melalui penugasan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menyampaikan kembali penumuman yang dibacakan.
  B. Saran
Berdasarkan dari kesimpulan di atas  sebagai tindak lanjut dari perbaikan pembelajaran dapat di sampaikan saran antara lain :
1.   Karena siswa menganggap pelajaran Matematika adalah pelajaran yang sulit diharapkan agar guru dapat menciptakan suasana belajar yang kondusif melalui penerapan metode yang variatif, menggunakan media pembelajaran yang cocok serta alat peraga yang membuat siswa senang belajar Matematika.
2.   Hasil dari perbaikan pembelajaran yang berupa PTK (Penelitian Tindakan Kelas) diharapkan dapat digunakan sebagai pedoman untuk memperkaya pengetahuan guru dalam pembelajaran sehingga peningkatan kualitas guru dapat ditingkatkan.